Selasa, 18 Agustus 2015

Masalah Perekonomian di Indonesia Timur

Essay “Mengidentifikasi permasalahan perekonomian didaerah Indonesia bagian timur dan berikan solusi konkret untuk mengatasinya”

Nama    : Yulyani Yogi Pangastuti
Fakultas: Ekonomi
Jurusan : Akuntansi
Prodi    : S1

Masalah Perekonomian di Indonesia Timur




            Indonesia, negara kepulauan yang berada di tenggara benua Asia dengan populasi lebih dari 250 juta jiwa. Memiliki lebih dari 13.466 pulau dengan berbagai macam keindahan alam. Berbagai macam budaya berbeda menjadi salah satu keunggulan Indonesia. Siapa yang tidak ingin tinggal di Indonesia, sebuah negara bak negeri impian.
            Tujuh puluh tahun sudah Indonesia mendapat gelar “merdeka”. Sejak tanggal 17 Agustus 1945, pejuang Indonesia telah berhasil mengambil alih kekuasaan sepenuhnya dari tangan bangsa asing. Tanggal 18 Agustus 1945 bangsa Indonesia telah meresmikan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan kenegaraan. Alinea keempat pada bagian pembukaan  UUD 1945 menjelaskan secara tegas mengenai tujuan bangsa Indonesia. Tujuan yang dijelaskan pada alinea keempat pembukaan UUD 1945 ialah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
          Dengan segala kekayaan yang dimiliki, Indonesia diprediksi menjadi negara kuat yang ditakuti oleh negara negara lain. Namun apa kenyataannya? Indonesia masih menjadi negara berkembang. Tujuan negara yang sudah ditentukan sejak 70 tahun lalu, belum bisa direalisasikan dengan elok oleh para pemimpin negara.
            Kesejahteraan rakyat selalu menjadi topik hangat untuk dibahas. Rakyat yang tinggal di kota besar seringkali mengeluh tentang kebijakan rakyat. Mereka menuntut lebih dari pemerintah tapi sepertinya mereka lupa dengan rakyat yang tinggal di wilayah Indonesia Timur. Contohnya ketika rakyat di kota mengeluhkan harga bahan pokok yang mahal mereka lupa bahwa saudara kita di Indonesia Timur harus membayar sekian kali lipat untuk membeli bahan pokok.
            Pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan di kota besar. Mulai dari bidang industri hingga bidang transportasi. Monorel, Light Rail Transit (LRT), hingga isu pembelian kereta peluru dari luar negeri, menjadi sorotan pemerintah pusat dalam bidang transportasi di kota besar. Lalu bagaimana dengan wilayah Indonesia Timur? Masih banyak jalan jalan tak beraspal, jumlah alat transportasi juga sangat terbatas, pemerintah pusat seolah lupa dengan wilayah Indonesia Timur.
Indonesia Timur memiliki sumber daya alam yang lebih berlimpah di bandingkan Indonesia Barat,khususnya Papua, luas hutannya saja nomor dua terbesar di dunia setelah hutan di Brazil, belum lagi potensi dalam bidang pariwisata,pertambangan dan perikanan. Dengan kekayaan alam yang berlimpah, bukan berarti Indonesia Timur terbebas dari permasalahan ekonomi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, 6 dari 10 provinsi termiskin di Indonesia berada di Indonesia Timur.
Permasalahan ekonomi yang dihadapi Indonesia Timur antara lain mahalnya harga bahan bahan pokok. Bisa kita lihat di Kabupaten Pegunungan Bintang, harga satu botol air mineral ukuran 600 mililiter seharga Rp30 ribu, sementara di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, satu botol air mineral Rp45 ribu, satu mangkok bakso dihargai Rp75 ribu, satu mangkok Soto lengkap dengan nasi dihargai Rp40 ribu, nasi dengan lauk ikan Rp95 ribu (tahun 2010). Tempat pariwisata di Indonesia Timur yang terkenal menakjubkan, mayoritas dipegang oleh pihak asing.  Selain itu Indonesia Timur belum mampu mengolah sektor pertambangan. Freeport yang dipegang oleh pihak asing tentu sangat merugikan rakyat di Indonesia Timur, bila sektor pertambangan dapat diambil alih oleh rakyat Indonesia ada kemungkinan wilayah Indonesia Timur dapat terbebas dari permasalahan ekonomi penyebab kemiskinan.
 Penyebab permasalahan ekonomi di Indonesia Timur antara lain kurangnya perhatian pemerintah pusat, kurangnya ketersediaan prasarana dan sarana transportasi, terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta kendala geografis yang relatif terisolasi.
Seperti yang terlihat bahwa akhir-akhir ini pemerintah pusat seolah lupa dengan Indonesia Timur. Menurut saya solusi untuk mengatasi permasalahan ekonomi dalam jangka pendek adalah memperbaiki hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di wilayah Indonesia Timur. Bila kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah berjalan dengan baik maka permasalahan dapat diatasi bersama. Pemerintah pusat juga harus menaikan dana alokasi untuk Indonesia Timur agar pembangun dapat berjalan dengan lancar
Kondisi geografis Indonesia Timur yang mayoritas tidak rata dan minimnya sarana dan prasarana transportasi, mempersulit distribusi bahan pokok sehingga harga bahan pokok menjadi mahal. Solusi yang dapat diambil ialah merencanakan pembangunan jalan, pembangunan bandara dan pelabuhan dengan tetap memperhatikan keseimbangan alam agar tidak menimbulkan masalah baru. Pembangunan tol laut yang sudah direncanakan juga akan membantu mengurangi permasalahan ekonomi di Indonesia Timur bila rencana tersebut cepat direalisasikan.
Sumber daya alam yang melimpah tentu menjadi sia sia bila sumber daya manusia yang ada tidak berkualitas. Pemerintah dapat mengirim para ahli untuk mengajar di Indonesia Timur, misalnya ahli pertambangan dan ahli perikanan. Bila perlu pemerintah mengirim beberapa rakyat Indonesia Timur untuk menuntut ilmu di luar negeri dengan kesepakatan mereka harus kembali dan membangun Indonesia. Upaya tersebut diharapkan agar kualitas sumber daya manusia di Indonesia Timur bisa meningkat dan diharapkan beberapa tahun ke depan Indonesia bisa mengambil alih Freeport.
Harga bahan pokok yang terlanjur mahal di Indonesia Timur harus segera diatasi. Pemerintah dapat melakukan operasi pasar yaitu menjual bahan pokok dengan harga yang lebih murah. Solusi jangka panjangnya, pemerintah harus melakukan penetapan harga maksimum untuk bahan pokok sehingga harga bahan pokok tidak melonjak naik dan memberatkan rakyat Indonesia Timur.
Solusi-solusi yang saya sampaikan rasanya sulit tercapai bila tidak mendapat dukungan penuh dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai rakyat Indonesia yang baik dan menginginkan Indonesia menjadi negara maju, harus mendukung kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ekonomi di Indonesia Timur. Dengan begitu kita harapkan semua permasalahan ekonomi di Indonesia Timur dapat teratasi sehinga tujuan Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum dapat tercapai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar