Essay “Mengidentifikasi permasalahan
perekonomian didaerah Indonesia bagian timur dan berikan solusi konkret untuk
mengatasinya”
Nama : Yulyani Yogi Pangastuti
Fakultas: Ekonomi
Jurusan : Akuntansi
Prodi : S1
Masalah Perekonomian di Indonesia Timur
Indonesia, negara kepulauan yang berada di tenggara benua Asia dengan populasi
lebih dari 250 juta jiwa. Memiliki lebih dari 13.466 pulau dengan berbagai
macam keindahan alam. Berbagai macam budaya berbeda menjadi salah satu
keunggulan Indonesia. Siapa yang tidak ingin tinggal di Indonesia, sebuah
negara bak negeri impian.
Tujuh
puluh tahun sudah Indonesia mendapat gelar “merdeka”. Sejak tanggal 17 Agustus
1945, pejuang Indonesia telah berhasil mengambil alih kekuasaan sepenuhnya dari
tangan bangsa asing. Tanggal 18 Agustus 1945 bangsa Indonesia telah meresmikan
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan kenegaraan.
Alinea keempat pada bagian pembukaan UUD 1945 menjelaskan secara tegas
mengenai tujuan bangsa Indonesia. Tujuan yang dijelaskan pada alinea keempat
pembukaan UUD 1945 ialah melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Dengan segala kekayaan yang dimiliki, Indonesia
diprediksi menjadi negara kuat yang ditakuti oleh negara negara lain. Namun apa
kenyataannya? Indonesia masih menjadi negara berkembang. Tujuan negara yang
sudah ditentukan sejak 70 tahun lalu, belum bisa direalisasikan dengan elok
oleh para pemimpin negara.
Kesejahteraan rakyat selalu menjadi topik hangat untuk dibahas. Rakyat yang
tinggal di kota besar seringkali mengeluh tentang kebijakan rakyat. Mereka
menuntut lebih dari pemerintah tapi sepertinya mereka lupa dengan rakyat yang
tinggal di wilayah Indonesia Timur. Contohnya ketika rakyat di kota mengeluhkan
harga bahan pokok yang mahal mereka lupa bahwa saudara kita di Indonesia Timur
harus membayar sekian kali lipat untuk membeli bahan pokok.
Pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan di kota besar.
Mulai dari bidang industri hingga bidang transportasi. Monorel, Light Rail
Transit (LRT), hingga isu pembelian kereta peluru dari luar negeri, menjadi
sorotan pemerintah pusat dalam bidang transportasi di kota besar. Lalu
bagaimana dengan wilayah Indonesia Timur? Masih banyak jalan jalan tak
beraspal, jumlah alat transportasi juga sangat terbatas, pemerintah pusat
seolah lupa dengan wilayah Indonesia Timur.
Indonesia Timur memiliki sumber daya alam
yang lebih berlimpah di bandingkan Indonesia Barat,khususnya Papua, luas
hutannya saja nomor dua terbesar di dunia setelah hutan di Brazil, belum lagi
potensi dalam bidang pariwisata,pertambangan dan perikanan. Dengan kekayaan
alam yang berlimpah, bukan berarti Indonesia Timur terbebas dari permasalahan
ekonomi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, 6 dari 10
provinsi termiskin di Indonesia berada di Indonesia Timur.
Permasalahan ekonomi yang dihadapi
Indonesia Timur antara lain mahalnya harga bahan bahan pokok. Bisa kita lihat
di Kabupaten Pegunungan Bintang, harga satu botol air mineral ukuran 600
mililiter seharga Rp30 ribu, sementara di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya,
satu botol air mineral Rp45 ribu, satu mangkok bakso dihargai Rp75 ribu, satu
mangkok Soto lengkap dengan nasi dihargai Rp40 ribu, nasi dengan lauk ikan Rp95
ribu (tahun 2010). Tempat pariwisata di Indonesia Timur yang terkenal
menakjubkan, mayoritas dipegang oleh pihak asing. Selain itu Indonesia
Timur belum mampu mengolah sektor pertambangan. Freeport yang dipegang oleh
pihak asing tentu sangat merugikan rakyat di Indonesia Timur, bila sektor
pertambangan dapat diambil alih oleh rakyat Indonesia ada kemungkinan wilayah
Indonesia Timur dapat terbebas dari permasalahan ekonomi penyebab kemiskinan.
Penyebab permasalahan ekonomi di
Indonesia Timur antara lain kurangnya perhatian pemerintah pusat, kurangnya
ketersediaan prasarana dan sarana transportasi, terbatasnya kualitas dan
kuantitas sumber daya manusia serta kendala geografis yang relatif terisolasi.
Seperti yang terlihat bahwa akhir-akhir
ini pemerintah pusat seolah lupa dengan Indonesia Timur. Menurut saya solusi
untuk mengatasi permasalahan ekonomi dalam jangka pendek adalah memperbaiki
hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di wilayah Indonesia
Timur. Bila kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah
berjalan dengan baik maka permasalahan dapat diatasi bersama. Pemerintah pusat
juga harus menaikan dana alokasi untuk Indonesia Timur agar pembangun dapat
berjalan dengan lancar
Kondisi geografis Indonesia Timur yang
mayoritas tidak rata dan minimnya sarana dan prasarana transportasi,
mempersulit distribusi bahan pokok sehingga harga bahan pokok menjadi mahal.
Solusi yang dapat diambil ialah merencanakan pembangunan jalan, pembangunan
bandara dan pelabuhan dengan tetap memperhatikan keseimbangan alam agar tidak
menimbulkan masalah baru. Pembangunan tol laut yang sudah direncanakan juga
akan membantu mengurangi permasalahan ekonomi di Indonesia Timur bila rencana
tersebut cepat direalisasikan.
Sumber daya alam yang melimpah tentu
menjadi sia sia bila sumber daya manusia yang ada tidak berkualitas. Pemerintah
dapat mengirim para ahli untuk mengajar di Indonesia Timur, misalnya ahli
pertambangan dan ahli perikanan. Bila perlu pemerintah mengirim beberapa rakyat
Indonesia Timur untuk menuntut ilmu di luar negeri dengan kesepakatan mereka
harus kembali dan membangun Indonesia. Upaya tersebut diharapkan agar kualitas
sumber daya manusia di Indonesia Timur bisa meningkat dan diharapkan beberapa
tahun ke depan Indonesia bisa mengambil alih Freeport.
Harga bahan pokok yang terlanjur mahal di
Indonesia Timur harus segera diatasi. Pemerintah dapat melakukan operasi pasar
yaitu menjual bahan pokok dengan harga yang lebih murah. Solusi jangka
panjangnya, pemerintah harus melakukan penetapan harga maksimum untuk bahan
pokok sehingga harga bahan pokok tidak melonjak naik dan memberatkan rakyat
Indonesia Timur.
Solusi-solusi yang saya sampaikan rasanya
sulit tercapai bila tidak mendapat dukungan penuh dari rakyat Indonesia. Oleh
karena itu, kita sebagai rakyat Indonesia yang baik dan menginginkan Indonesia
menjadi negara maju, harus mendukung kebijakan pemerintah untuk mengatasi
permasalahan ekonomi di Indonesia Timur. Dengan begitu kita harapkan semua
permasalahan ekonomi di Indonesia Timur dapat teratasi sehinga tujuan Indonesia
untuk memajukan kesejahteraan umum dapat tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar