Minggu, 4 Juni 2017 pukul 12.45 di Gedung Sertifikasi Guru lantai 1, berkumpulah para pemuda dengan semangat yang menggelora. Semangat yang timbul karena keinginan kuat membawa perubahan. Bila sulit merubah keadaan setidaknya kami berusaha untuk mengubah diri sendiri terlebih dahulu.
Keinginan tersebut terealisasikan melalui acara Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Dengan tema “Pemuda Masa Kini, Pemimpin Masa Depan” kami tak ingin menyia-nyiakan waktu muda kami, oleh karena itu kami mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik.
Pada rangkaian pertama PKMUNJ 1 ini, disampaikan materi Public Relation. Materi dibawakan oleh Bang Bambang Irawan (Koordinator Pusat BEM SI 2015) dengan dibantu oleh moderator yaitu Rakha Ramadhana. Menurut Bang Irawan public relation adalah sebuah proses interaksi yang digunakan untuk menggiring opini publik, menanamkan keyakinan dan kepercayaan yang baik sehingga timbul citra yang baik.Public relation adalah unsur penting dalam pembentukan identitas organisasi karena bertujuan membangun citra positif organisasi yang nantinya dapat mendukung program organisasi sehingga terjadinya pengembangan sinergisitas fungsi organisasi.
Pembentukan citra positif dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
Menggunakan Media Sosial
Di zaman modern seperti sekarang, setiap individu tak pernah terlepas dari penggunaan media. Informasi dapat dengan mudahnya tersebar melalui media terutama internet. Sebuah lembaga survey mengatakan bahwa dengan menggunakan internet, sebuah informasi dapat tersebarkan secara merata hanya dalam waktu tiga tahun, waktu yang cukup singkat bila dibandingkan dengan penggunaan televisi maupun radio. Penggunaan media sosial dengan baik dapat meningkatkan citra positif sebuah organisasi. Dengan adanya transparansi kegiatan yang disampaikan melalui media sosial akan timbul tingkat kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.
Pengemasan Konten Organisasi
Membangun citra positif dapat dilakukan dengan melakuakn pengemasan konten organisasi. Konten yang ada harus dikemas sebaik mungkin agar dapat menimbulkan rasa penasaran masyarakat akan kegiatan organisasi. Yang kemudian akan menjadi sebuah label bagi organisasi, apakah organisasi tersebut menjalankan fungsinya dengan baik atau tidak.
Menjalin Relasi
Relasi adalah sebuah hubungan yang harus terjalin untuk jangka panjang. Kiat untuk membangun relasi:
Berikan umpan yang sesuai dengan target
Jangan paksakan kehendak
Ketahui lingkungan sekitar target
Niatkan untuk silahturahim
Jaga selalu jaringan yang telah terbuat
Dari rangkaian pertama ini kami mendapatkan ilmu yang sangat amat penting. Public relation tidak hanya dapat kita lakukan untuk tujuan organisasi namun juga memperluas jaringan relasi yang kita miliki. Pembentukan citra positif adalah tujuan utama public relation yang harus terlaksana agar dapat mendukung segala kegiatan organisasi.
Setelah melalui rangkaian pertama, sampailah kami pada rangkaian kedua yang dilaksanakan pada hari Sabtu 10 Juni 2017 di Gedung Hasjim Asyarie lantai 3. Materi pertama yang kami dapatkan adalah “Mahasiswa dan Perubahan Sosial” yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Rusdi (Deputi Presiden KSPI) yang dimoderatori oleh Ario. Rekayasa sosial adalah upaya melakuakn tindakan atau sikap untuk mempengaruhi orang atau lingkungan untuk melakukan tindakan yang sesuai. Mengingat pemuda sebagai aktor utama dalam perubahan, kami sebagai pemuda diharapkan tidak memiliki rasa takut untuk melakukan rekayasa sosial demi terciptanya lingkungan yang harmonis. Selain itu kita juga harus membentengi idealisme kita sehingga tidak termakan rekayasa sosial golongan lain yang niatnya hanya menghambat gerakan pemuda.
Walau acara dilakukan pada hari libur, nyatanya tidak menurutkan semangat kami sebagai peserta. Rasa penaasaran kami justru membumbung tinggi untuk segera mengetahui materi yang akan disampaikan selanjutnya. Setelah waktu istirahat dan sholat, acara dilanjutkan kembali. Materi selanjutnya yaitu “Counter Intelligence” yang dibawakan oleh Bapak Moses Caesar Assa (Staf Ahli DPR Komisi 1). Intelijen adalah segala sesuatu usaha yang dilakukan untuk mempertahankan sebuah bangsa. Jika intelijen adalah tentang menemukan dan menggunakan informasi untuk memenangkan kontes maka kontra intelijen adalah tentang mengalahkan lawan lawannya, untuk melakukannya dilakuakn dengan cara menghalangi/memanipulasi informasi yang relevan. Fungsi intelijen adalah untuk mengantisipasi terjdinya wild signals yaitu isu yang masih dikategorikan weak signals namun berpotensi besar berubah menjadi strong signals tanpa diduga duga. Antisipasi yang dapat kita lakukan yaitu:
Mencari dan mendata weak signals yang muncul
Klarifikasi weak signals dengan tren yang ada dan kecenderungan berubah menjadi strong signals
Menganalisis dan membuat skenario terhadap tren yang terjadi
Melakukan tes strategi dari skenario yang ada
Setelah dipaparkan materi, peserta diberikan waktu untuk melakukan praktek dalam penentuan sebuah isu apakah termasuk weak atau strong signals. Peserta terlihat sangat bersemangat dalam menyampaikan pendapat yang dimiliki. Namun mengingat keterbatasan waktu, maka tidak semua peserta memiliki kesempatan untuk mengemukakan hasil diskusinya. Acara pada hari itu ditutup dengan membaca doa bersama.
Dengan terselenggaranya PKMUNJ 1 kami sebagai peserta sudah diberikan cukup materi yang dapat membuka wawasan dan pemikiran. Kami menyadari bahwa menjadi pemimpin itu bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu kami masih sangat bersemangat menantikan PKMUNJ 2 dan PKMUNJ 3 yang nantinya akan terus menambah wawasan kami dan membentuk kami menjadi pemimpin yang diharapkan pada masa mendatang.
Tunggu kelanjutannya di PKMUNJ 2 dan PKMUNJ .....
#PKMUNJ2017
#PemudaMasaKini
#PemimpinMasaDepan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar