Minggu, 06 Agustus 2017

Harapan Baru Awal Perjuangan Panjang

                Perjuangan pun berlanjut...



                Jumat, 21 Juli 2017
                Rangkaian PKMU kembali berlanjut. Pada hari ini kami dikumpulkan di sebuah daerah di Jakarta Utara. Panasnya mentari menyambut kami seolah menampilkan kegembiraan. Tak heran memang, karna di sekeliling terlihat rata, tak ada pohon bahkan bangunan. Jangan heran, karna kami sedang berada di Kampung Akuarium, daerah yang terkena penggusuran satu tahun silam.
 Tak banyak yang berubah dari satu tahun silam, Saya paham karna sebelumnya pernah mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai warga, hanya bertambah satu atau dua spanduk bekas pemilihan umum. Kami dikumpulkan di sebuah musholla, kemudian panitia memberikan arahan agar kami melakukan analisis sosial terhadap warga setempat. Tujuan pada PKMU rangkaian ketiga ini adalah pengabdian masyarakat, oleh karena itu kami harus tau pasti apa yang dibutuhkan oleh warga. Setelah sholat Dzuhur semua kelompok berpencar untuk melakukan analisis sosial, ada yang bertanya pada warga asli dan ada pula yang sekedar bertanya pandangan kepada turis asing. Adzan Ashar pun berkumandang. Kami kembali ke musholla untuk menunaikan sholat. Kemudian waktunya berdiskusi. Setiap kelompok memaparkan hasil analisisnya secara bergantian. Kemudian dipandu oleh Pj laki laki yaitu Taufiq dan Pj Perempuan yaitu Astari, kami mengambil kesimpulan mengenai kegiatan yang akan kami lakukan. Ada dua fokus dalam pengabdian ini, yang pertama adalah pembangunan, kami  akan membangun sebuah tempat belajar untuk anak-anak, dan yang kedua adalah pengajaran untuk anak-anak. Setelah mennetukan tujuan maka dipilihlah orang yang nantinya akan bertanggung jawab untuk setiap kegiatan. Pj acara adalah Farizi, Pj danus yaitu Rachel, Pj Konsumsi yaitu Thaniya dan Pj HPD yaitu Adit. Dengan ditunjuknya penanggungjawab diharapkan kegiatan kami akan lebih terorganisisr dan dapat mencapai dua tujuan yang telah disepakati

                Sabtu dan Minggu, 22-23 Juli 2017
                Setelah kami memiliki tujuan, maka ini saatnya kami merealisasikannya. Hal pertama yang kami lakukan adalah mengumpulkan dana. Sebelumnya telah ditugaskan kepada setiap kelompok untuk mengumpulkan uang sebesar Rp2.000.000,- namun nyatanya belum ada kelompok yang berhasil mengumpulkan dana sesuai target. Oleh karena itu pada hari Sabtu dan Minggu kami memfokuskan diri untuk mencari sumber dana. Bahkan kami melakukan CFD di dua tempat yaitu HI dan Bekasi. Selain itu pembangunan juga sudah dimulai, peserta laki-laki sudah mulai membersihkan area dari puing-puing bekas bangunan agar nantinya mudahmembangun tempat belajar.

                Senin-Rabu, 24 Juli – 2 Agustus 2017
                Pengabdian pun berlanjut. Kami dibagi menjadi 4 tim dalam pengabdian yaitu, pembangunan, pengajaran, konsumsi dan danus. Tiap tim mulai menjalankan tugas tugasnya. Tim pembangunan berisi dari para lelaki tangguh. Mereka rela kepanasan dan bekerja keras dalam melakukan pembangunan tempat belajar. Di awal kegiatan mereka terlihat sangat antusias namun sayangnya semakin hari jumlah personil semakin berkurang. Sehingga memutuskan untuk meminta bantuan tukang. Namun perjuangan mereka patut diacungkan jempol, terlihat betul usahanya dari kulit yang menghitam.
 Tim pengajaran berisi perempuan-perempuan yang lihai menghadapi anak kecil dan kreatif. Berbagai macam kegiatan kami lakukan, mulai dari mewarnai, menggambar, membuat bingkai, melukis, belajar membaca, belajar menghitung,mengaji, bernyanyi dan hal hal lainnya yang menyenangkan. Tak mudah berada di tim pengajaran, karna kami harus mengerti secara cepat bagaimana sifat anak anak. Ada Kirana yang pendiam, trio kwek-kwek, Bila, Sekar dan Fika yang tak mudah dipisahkan dan selalu berbuat iseng bersamaan, ada Abi anak laki-laki yang super energik, ASA (Anies Sandi) balita yang menjadi bintang, karna selalu diperebutkan karna kelucuannya, serta berbagai macam anak anak lainnya.
 Kemudian ada tim konsumsi yang tak pernah lelah menyediakan makanan. Segala macam makanan bisa mereka buat, mulai dari bakwan, oseng sayuran, pisang goreng, ikan sarden,puding dan tak lupa makanan dikala darurat yaitu mie instan. Mereka tak pernah mengeluh menyediakan makanan untuk banyak orang. Bahkan tak pernah marah ketika ada peserta yang mengambil makanan sebelum waktunya hehe..
Tak kalah penting ada tim danus. Mereka para pejuang rupiah. Berbagai cara (halal) mereka lakukan. Mulai dari berjualan, ngamen, meminta donasi kepada sanak saudara, berkeliling kampus bahkan meminta donasi dari setiap rapat yang diadakan. Ada satu lagu yang menjadi ciri khas tim danus yaitu lagu “Baby Shark”. Lagu tersebut sering kali dinyanyikan oleh Pj Danus, ya mungkin bisa menambah semangat mereka mencari dana.
Pengabdian masyarakat ternyata bukanlah hal yang mudah. Banyak pelajaran yang kami ambil. Yang pertama yaitu sabar dan harus melawan rasa malas dari diri sendiri. Di tengah banyaknya agenda kegiatan kami harus meluangkan waktu untuk datang ke pengabdian. Kami juga harus rela belajar lebih banyak ketika mengetahui pengabdian yang seharusnya berakhir tanggal 27 Juli harus diperpanjang hingga 3 Agustus. Belum lagi kami harus menekan ego ketika menyadari jumlah peserta yang hadir tak pernah lebih dari 80 orang, karna kesibukan yang beragam. Namun semangat kami tak pernah surut karena ada harapan yang terpancar dari warga sekitar dan adik adik yang kita ajar.

Kamis, 3 Agustus 2017
Pada hari ini diadakan penutupan. Agenda yang dilaksanakan yaitu menampilkan hasil karya adik-adik yang sebelumnya telah dibuat. Selain itu ada penampilan dari adik-adik, ada pula penampilan dari perwakilan peserta, kemudian ditutup dengan pengesahan tempat belajar yang telah dibuat. Pada agenda penutupan ini, warga yang hadir terlihat senang, begitu pula dengan adik-adik yang kami ajar. Walaupun tempat belajar yang kami bangun belum sepenuhnya bisa digunakan, namun warga dan adik-adik terlihat sangat bahagia. Muncul harapan-harapan baru pada diri mereka. Begitu pula dengan kami. Ternyata melakukan suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat sungguh sangat membahagiakan. Seperti yang saya bilang agenda pengabdian ini bukanlah hal yang mudah, namun kami bisa belajar banyak hal. Semoga apa yang kami dapat pada pengabdian ini tidask berhenti sampai sini namun terus berlanjut seperti harapan warga kampung akuarium.

Perjalanan dan perjuangan kami belum berakhir, namun masih terus berlanjut hingga kami para pemuda masa kini siap menjadi pemimpin masa depan  yang bermanfaat bagi semua orang.









nb; pemandangan indah dibalik tembok beton




#PKMUNJ2017
#Pemudamasakini

#Pemimpinmasadepan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar