Perjuangan
pun berlanjut...
Jumat,
21 Juli 2017
Rangkaian
PKMU kembali berlanjut. Pada hari ini kami dikumpulkan di sebuah daerah di
Jakarta Utara. Panasnya mentari menyambut kami seolah menampilkan kegembiraan.
Tak heran memang, karna di sekeliling terlihat rata, tak ada pohon bahkan
bangunan. Jangan heran, karna kami sedang berada di Kampung Akuarium, daerah
yang terkena penggusuran satu tahun silam.
Sabtu
dan Minggu, 22-23 Juli 2017
Setelah
kami memiliki tujuan, maka ini saatnya kami merealisasikannya. Hal pertama yang
kami lakukan adalah mengumpulkan dana. Sebelumnya telah ditugaskan kepada
setiap kelompok untuk mengumpulkan uang sebesar Rp2.000.000,- namun nyatanya
belum ada kelompok yang berhasil mengumpulkan dana sesuai target. Oleh karena
itu pada hari Sabtu dan Minggu kami memfokuskan diri untuk mencari sumber dana.
Bahkan kami melakukan CFD di dua tempat yaitu HI dan Bekasi. Selain itu
pembangunan juga sudah dimulai, peserta laki-laki sudah mulai membersihkan area
dari puing-puing bekas bangunan agar nantinya mudahmembangun tempat belajar.
Senin-Rabu,
24 Juli – 2 Agustus 2017
Pengabdian
pun berlanjut. Kami dibagi menjadi 4 tim dalam pengabdian yaitu, pembangunan,
pengajaran, konsumsi dan danus. Tiap tim mulai menjalankan tugas tugasnya. Tim pembangunan
berisi dari para lelaki tangguh. Mereka rela kepanasan dan bekerja keras dalam
melakukan pembangunan tempat belajar. Di awal kegiatan mereka terlihat sangat
antusias namun sayangnya semakin hari jumlah personil semakin berkurang. Sehingga
memutuskan untuk meminta bantuan tukang. Namun perjuangan mereka patut
diacungkan jempol, terlihat betul usahanya dari kulit yang menghitam.
Tim pengajaran berisi perempuan-perempuan yang
lihai menghadapi anak kecil dan kreatif. Berbagai macam kegiatan kami lakukan,
mulai dari mewarnai, menggambar, membuat bingkai, melukis, belajar membaca,
belajar menghitung,mengaji, bernyanyi dan hal hal lainnya yang menyenangkan. Tak
mudah berada di tim pengajaran, karna kami harus mengerti secara cepat
bagaimana sifat anak anak. Ada Kirana yang pendiam, trio kwek-kwek, Bila, Sekar
dan Fika yang tak mudah dipisahkan dan selalu berbuat iseng bersamaan, ada Abi
anak laki-laki yang super energik, ASA (Anies Sandi) balita yang menjadi
bintang, karna selalu diperebutkan karna kelucuannya, serta berbagai macam anak
anak lainnya.
Kemudian ada tim konsumsi yang tak pernah
lelah menyediakan makanan. Segala macam makanan bisa mereka buat, mulai dari
bakwan, oseng sayuran, pisang goreng, ikan sarden,puding dan tak lupa makanan
dikala darurat yaitu mie instan. Mereka tak pernah mengeluh menyediakan makanan
untuk banyak orang. Bahkan tak pernah marah ketika ada peserta yang mengambil
makanan sebelum waktunya hehe..
Tak kalah penting ada tim danus. Mereka
para pejuang rupiah. Berbagai cara (halal) mereka lakukan. Mulai dari
berjualan, ngamen, meminta donasi kepada sanak saudara, berkeliling kampus
bahkan meminta donasi dari setiap rapat yang diadakan. Ada satu lagu yang
menjadi ciri khas tim danus yaitu lagu “Baby Shark”. Lagu tersebut sering kali
dinyanyikan oleh Pj Danus, ya mungkin bisa menambah semangat mereka mencari
dana.
Pengabdian masyarakat ternyata
bukanlah hal yang mudah. Banyak pelajaran yang kami ambil. Yang pertama yaitu
sabar dan harus melawan rasa malas dari diri sendiri. Di tengah banyaknya
agenda kegiatan kami harus meluangkan waktu untuk datang ke pengabdian. Kami juga
harus rela belajar lebih banyak ketika mengetahui pengabdian yang seharusnya
berakhir tanggal 27 Juli harus diperpanjang hingga 3 Agustus. Belum lagi kami
harus menekan ego ketika menyadari jumlah peserta yang hadir tak pernah lebih
dari 80 orang, karna kesibukan yang beragam. Namun semangat kami tak pernah
surut karena ada harapan yang terpancar dari warga sekitar dan adik adik yang
kita ajar.
Kamis, 3 Agustus 2017
Pada hari ini diadakan penutupan.
Agenda yang dilaksanakan yaitu menampilkan hasil karya adik-adik yang
sebelumnya telah dibuat. Selain itu ada penampilan dari adik-adik, ada pula
penampilan dari perwakilan peserta, kemudian ditutup dengan pengesahan tempat
belajar yang telah dibuat. Pada agenda penutupan ini, warga yang hadir terlihat
senang, begitu pula dengan adik-adik yang kami ajar. Walaupun tempat belajar
yang kami bangun belum sepenuhnya bisa digunakan, namun warga dan adik-adik
terlihat sangat bahagia. Muncul harapan-harapan baru pada diri mereka. Begitu pula
dengan kami. Ternyata melakukan suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat
sungguh sangat membahagiakan. Seperti yang saya bilang agenda pengabdian ini
bukanlah hal yang mudah, namun kami bisa belajar banyak hal. Semoga apa yang
kami dapat pada pengabdian ini tidask berhenti sampai sini namun terus
berlanjut seperti harapan warga kampung akuarium.
Perjalanan dan perjuangan kami
belum berakhir, namun masih terus berlanjut hingga kami para pemuda masa kini
siap menjadi pemimpin masa depan yang
bermanfaat bagi semua orang.
nb; pemandangan indah dibalik tembok beton
#PKMUNJ2017
#Pemudamasakini
#Pemimpinmasadepan











Tidak ada komentar:
Posting Komentar