Proses Lahirnya Pemimpin yang Dirindukan Bangsa
Setiap insan
tidak akan pernah terlepas dari proses pembelajaran. Menurut saya keluarga
adalah tempat pertama kali belajar
mengenal dunia. Keluarga adalah mereka yang akan selalu ada
dan mendukung saya ketika proses pembelajaran itu terlalu sulit. Keluarga juga
yang pertama memberi selamat dan merasa bahagia bila saya telah mampu melewati
proses pembelajaran tersebut. Dari penjelasan tersebut, rasanya sudah tergambar
bahwa keluarga adalah segalanya bagi saya. Akan sulit bila saya harus menjalani proses
pembelajaran itu tanpa dukungan dan kasih sayang dari keluarga.
Sebagai anak
kedua dari tiga besaudara, saya diharapkan menjadi orang yang melengkapi kekurangan dari kakak saya dan juga menjadi contoh
baik bagi adik saya. Sesungguhnya peran tersebut amat lah berat, belum lagi
hingga saat ini saya belum mampu membalas segala hal yang telah diberikan oleh keluarga saya. Namun saya percaya,tidak ada
hal yang tidak bisa terjadi. Yang
harus saya lakukan adalah berusaha sekuat tenaga diiringi dengan berdoa maka Allah yang akan
mengaturnya.
Saya adalah
orang yang tidak bisa diam. Segala macam kegiatan positif selalu saya ikuti.
Hal tersebut
bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri, mampu membanggakan keluarga dan
dapat memberikan kontribusi nyata kepada negara. Saat berada di Sekolah Dasar saya aktif
mengikuti pramuka. Meningkatnya keberanian adalah manfaat yang amat saya
rasakan
Ketika SMP saya
merasa candu memberikan manfaat bagi banyak orang. Oleh karena itu saya memilih
menikuti PMR. Ekstrakulikuler yang membantu masyarakat secara langsung. Dari kegiatan ini saya
belajar cara memahami orang dengan kepribadian yang berbeda-beda. Kemudian kesukaan saya pada menulis membawa saya menjadi bagian dari
penulisan buku antologi yang berjudul “Sukses kecil untuk Motivasi Sukses Maxi”.
Melalui
tulisan, saya
berharap dapat memotivasi pembaca secara langsung maupun tidak langsung untuk
melakukan perubahan. Bukan sebuah masalah bila perubahan itu hanya perubahan kecil
karna
sesungguhnya perubahan besar bahkan perubahan suatu negara berawal dari
perubahan-perubahan
kecil.
Keaktifan saya
berlanjut ke tingkat SMA. Pada tahun pertama saya tergabung dalam Patroli Keamanan Sekolah.
Saya berkesmpatan menjadi duta keselamatan lalu lintas yang dibimbing langsung
oleh Polisi di Polda Metro Jaya. Kesempatan tersebut saya manfaatkan untuk
menggalakan berlalu lintas dengan aman kepada pengendara sepeda motor, mobil maupun pejalan kaki. Kemudian pada tahun kedua saya tegabung dalam Organisasi Intra
Sekolah (OSIS). Sebagai Sekretaris Bidang Organisasi Pendidikan Politik dan Kepemimpinan, saya mendapat
kesempatan istimewa untuk bekerja sama dengan Sekolah dan Kopassus
menyelenggarakan acara kepemimpinan. Aacara yang berfokus kepada siswa baru
tersebut bertujuan untuk mempersiapkan calon pemimpin yang nantinya diharapkan dapat membawa Indonsesia ke arah yang
lebih baik. Melalui program itu pula, ditanamkan rasa cinta tanah air.
Diharapkan dengan dimilikinya rasa cinta tanah air maka siswa akan memiliki benteng yang kuat dalam
menghadapi arus globalisasi. Saya juga mendapat kesempatan menjadi ketua acara “Cijantung
Kampus Expo” yaitu acara pameran pendidikan yang bertujuan meningkatkan
keinginan siswa untuk lanjut kuliah. Seperti diketahui bahwa jumlah siswa yang
melanjutkan kuliah masih terhitung sedikit di Indonesia, maka dengan acara tersbut akan
memberikan wawasan mengenai pentingnya melanjutkan kuliah unuk masa depan
Indonsia yang lebih cerah.
Setelah berada di Universitas semangat saya semakin menggebu gebu untuk
aktif organisasi kampus dan menebar
banyak manfaat. Sekarang saya aktif sebagai Kepala Departemen Kaderisasi. Sebagai
Kaderisasi di tingkat prodi, saya berkolaborasi dengan seluruh Departemen
Kaderisasi Se-UNJ untuk mengadakan masa pengenalan akademik. Acara besar yang
dibuat untuk ribuan mahasiswa baru UNJ menemukan jati dirinya. Pada acara ini
juga dibentuk kepribadian yang cinta akan tanah air, sehingga nantinya
mahasiswa baru akan selalu berusaha melakukan perubahan dan menorehkan prestasi
baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Selain itu ada juga agenda pelatihan kepemimpinan yang berkesinambungan.
Dengan harapan seluruh agenda tersebut dapat membentuk pribadi pemuda masa kini
untuk siap menjadi pemimpin masa depan.
Ketika lulus dari Universitas saya memiliki impian
untuk mengembangkan sekolah kepemimpinan. Sekolah tersebut ditujukan kepada
remaja tingkat SMA hingga Mahasiswa. Nantinya akan diadakan program yang dapat
mengembangkan softskill setiap peserta. Mungkin sudah banyak sekolah
kepemimpinan yang tersedia namun yang saya harapkan sekolah kepemimpinan
tersebut terlaksana secara gratis dan peserta yang diutamakan adalah mereka
yang kesulitan ekonomi. Harapan tersebut terlahir dari pengalaman pribadi saya
sendiri. Besar keinginan saya untuk meningkatkan softskill tanpa harus
memberatkan keluarga secara ekonomi. Karena seperti yang diketahui, sekolah kepemimpinan
yang tersedia saat ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu besar
harapan saya terpilih menjadi penerima beasiswa program baituzakkah Pertamina
2017. Sehingga saya dapat meningkatkan softskill melalui program yang diberikan
dan nantinya saya berjanji akan membagikan ilmu yang saya dapat. Serta dengan
bantuan beasiswa tersebut saya akan mewujudkan impian saya untuk melahirkan
pemimpin yang dirindukan bangsa. Pemimpin yang akan merubah Indonesia menjadi
lebih baik dan lebih terpandang oleh negara-negara lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar